Senin, 18 November 2013

Kebiasaan


Versi Text Komik Naruto 655



Chakra-chakra bijuu yang ditarik keluar dari tubuh Obito telah kembali ke wadah mereka masing-masing. Kini, mahluk-mahluk berukuran raksasa itu telah berkumpul di hadapan Naruto. "Kau menepati janjimu, Uzumaki Naruto, kau benar-benar menyelamatkan kami." ucap Yonbi.

"Tentu saja, Son!" seru Naruto sambil menghormat.

"Hehe.." Hachibi tertawa.

Dalam hati, ekor tujuh : "Kita beruntung.."
Ekor enam : "Kau hebat.."
Ekor lima : "Sungguh.."
Ekor dua : "Yeah.."
Ekor tiga : "Bagus.."
Ekor satu : "Anak ini kan.."


Shaattt!!! Tiba-tiba saja Sasuke bergerak melesat dan menarik pedangnya menuju ke arah tempat Obito terbaring lemas. "Tunggu, Sasuke!!" Naruto mencoba untuk mencegatnya. "Hei hei!!" orang-orang aliansi kaget.

"Anak itu.."
"Ada apa dengannya!?"

"Di sana! Dia masih hidup!!" ucap Shi. Sasuke melesat ke arah Obito, yang memang masih hidup, namun sudah terbaring tanpa kekuatan dan tak mampu untuk bangkit kembali.

Hendak dihabisi, Obito tak bisa berbuat apa-apa sambil pasrah melihat ke arah Sasuke, "Benar.. aku sudah kalah.." pikirnya. Namun tepat sebelum Sasuke mencapainya, tiba-tiba Kakashi muncul dari dimensi lain dan menindihnya, sambil menodong dengan kunai.

"Kakashi.." Sasuke menghentikan langkahnya.

"Sasuke, kita bisa bicara nanti.. maaf karena muncul tiba-tiba, tapi.. aku adalah manyan teman satu kelompoknya, jadi biarkan aku yang bertanggung jawab atas ini.." ucap Kakashi.

"Kakashi-sensei!! sekarang dia sudah.."

Batsss!!! Kakashi hendak menusuknya dengan kunai namun tiba-tiba Minato cepat datang dan memegang tangannya.

Obito kaget, begitu pula dengan yang lainnya, termasuk Naruto, "Ayah!!"

"Ini waktunya untuk menghabisinya!!" ucap orang-orang aliansi.
"Ayo lakukan!!" seru yang lain.

"Tunggu!!" ucap Tsunade. Para shinobi kemudian terdiam, dan Minato pun menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.

"Obito, ketika chakra kita saling tarik menarik, aku mampu melihat isi hatimu.." ucap Minato. Obito yang masih rebah tak berkata apa-apa. "Putraku telah memberimu sedikit ceramah, kurasa ia mewarisi itu dari ibunya.."

"Ayah.."

"Tapi sebenarnya, itu adalah tugasmu.." Minato lalu melirik ke arah Kakashi. "Kalau ada yang bisa mengerti Obito dengan baik, maka itu adalah kau, Kakashi, temannya.." ucap Minato. "Bukankah kau juga berpikir begitu Naruto?"

Naruto melihat ke arah Sasuke dan nampaknya dalam hati merasa kalau memang benar hanya teman sejati yang bisa mengerti temannya.

"Naruto, kau dan yang lainnya pergilah untuk membantu hokage pertama, kau harus menyegel Madara." ucap Minato. "Ah benar! dia belum dikalahkan!!" ucap Naruto. "Ayo pergi, Sasuke!!" Naruto pun mengajak Sasuke untuk ikut membantu.

Mereka semua lalu pergi, kecuali Minato dan Kakashi yang masih bersama dengan Obito. Minato masih memegangi tangan Kakashi yang memegang kunai. "Waktu itu usiamu lebih muda dari Naruto yang sekarang.. apa kau ingat dengan semua misi yang telah kita selesaikan bersama? Rin, sebagai ninja medis ia selalu melindungi kalian berdua.. dia pasti tak ingin melihat hal seperti ini.."

Kakashi pun secara perlahan menjatuhkan kunainya.

"Tapi, ini adalah salahku sampai-sampai hal ini terjadi." ucap Minato. "Meskipun sudah mati, namun bisa berdiri di sebelah kalian seperti ini, mungkin inilah yang Rin inginkan. Dia akan bilang, apa yang kau lakukan? harusnya kau yang menjadi gurunya."

Sejenak Minato terdiam, lalu berkata, "Maafkan aku karena tak bisa melindungi Rin.."

Obito dan Kakashi juga ikut terdiam, lalu kemudian Obito berkata "Rin adalah.. dia adalah satu-satunya cahayaku.."

"Setelah kehilangan Rin, dunia tak lagi terlihat seperti dulu. Dunia hanya tinggal neraka yang gelap.." ucap Obito. "Tak ada lagi harapan di dunia ini. Aku terus mengelilingi dunia untuk kepentingan Madara, dan semua yang kulihat membuat aku semakin yakin.. bahkan dengan sharingan, aku tak bisa melihat apapun, tak ada apapun."

"Aku tidak mengerti.." ucap Kakashi,

"??"

"Lalu kenapa kau tak mengikuti jalanku?" tanya Kakashi. "Jalan yang kau pilih adalah kemungkinan lain.. sebenarnya, aku juga berpikir dunia ini seperti neraka. Kupikir aku telah kehilanganmu, dan setelahnya kehilangan Rin, bahkan Minato-sensei juga.. tapi.."

Kakashi selalu ingat dengan kata-kata terakhir Obito, "Aku akan memberimu.. sharinganku.. tak peduli apa yang orang lain katakan, kau adalah seorang jounin yang sempurna.."

"Aku tak terlalu mengerti, tapi.. aku terus mencoba untuk membuka mataku, mencoba untuk melihat.. dengan kata-kata dan sharingan yang kau tinggalkan untukku.. aku merasa aku akan bisa melihat sesuatu.."

"Apa itu Naruto?" tanya Obito. "Bagaimana bisa kau yakin kalau dia tak akan gagal?"

"Yah, mungkin dia juga akan gagal.." Kakashi berdiri..

"Apa yang membedakan aku dan Naruto? kenapa kau begitu peduli padanya?"

"Karena aku tahu dia tak akan gagal sejauh dirimu.." ucap Kakashi.

"Kenapa?"

"Selama ia berjalan di jalannya, aku akan membantunya.." ucap Kakashi.

"Kenapa.. kau membantunya?"

"Karena dia tak akan pernah menyerah pada mimpinya, dan dunia nyata ini.. itulah dia.." ucap Kakashi. "Dan dengan tingkahnya, ia bisa membuat seseorang ingin membantunya.. dan semakin banyak yang membantunya, semakin dekat ia dengan tujuannya. Itulah dia."

Sementara di sisi Naruto, ia dan para shinobi telah melihat Madara. "Ketemu!!" ucapnya.

Kembali ke Obito, "Apa kau benar-benar yakin kalau sesuatu seperti itu ada di neraka gelap ini?"

"Kau juga pasti bisa melihatnya, kita punya mata yang sama.." ucap Kakashi. "Jika teman yang kau percayai bersama denganmu, kau akan bisa melihat harapan dengan jelas. Itulah apa yang kupikirkan, Obito.."

Aku Obito Uchiha

 Versi Text Komik Naruto Chapter 654

Bukannya menerima salam tangan yang Naruto berikan, Obito malah mencekik leher Naruto dengan tangannya. "Aku tak akan bergabung denganmu, aku sama sekali tak menyesal dengan apa yang telah kuperbuat sejauh ini." ucapnya.

Dengan tubuh yang bergetar, menahan emosi, Naruto berkata, "Sudah kubilang.. aku bisa melihatnya dengan jelas.. kalau memang kau berpikir begitu.. maka.. berhentilah membayangkan dirimu sebagai seorang hokage!!" Naruto menghantam Obito dengan tinjunya.

Obito terseret, dan ketika ia melihat ke arah Naruto, ia kaget, apa yang dilihatnya adalah gambaran dirinya sendiri ketika ia masih kecil dulu. "Rin tak akan mengawasi dirimu yang sekarang.. yang diawasinya adalah Obito Uchiha.."

Obito kembali melihat masa lalunya dulu, saat itu Kakashi dan guru Minato sedang menunggunya. "Gara-gara kamu lagi-lagi kita terlambat, Obito.." ucap Kakashi. "Ayo jalan, Obito.." ucap guru Minato.

"Maaf, kami datang.." ucap Rin yang datang sambil mengajak Obito. Ternyata sapaan tadi bukan untuk dia, melainkan untuk Obito yang dulu. Sementara, yang menunggunya adalah orang-orang dari dunia ilusi.

"Kau bisa mengisi lubang di hatimu sendirian.."
"Kau tak butuh orang lain.."
"Kemarilah.." ajak orang-orang dari dunia ilusi itu.

"Kemarilah.. aku tak akan mengabaikanmu.."

"Tunggu sebentar, Rin.." Obito kecil tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, dan kemudian melihat ke arah Obito yang sekarang, Obito yang kelihatannya bimbang. "Sekarang Rin bahkan tak akan melihatmu, Obito Uchiha lah yang ingin ia lihat.."

Obito kecil melangkah mendekati Obito yang sekarang dan kemudian mengulurkan tangannya, "Ayo kita akhiri ini.. aku adalah.. Obito Uchiha!!" ucap anak itu, dan kemudian bayangan Obitopun lenyap, kembali ke ia dan Naruto, Naruto lah yang menggenggam tangannya. "Ayo cepat kemari, dasar.."

"Jangan meremehkan.."

Tampak semuanya masih terus berusaha, berjuang bersama-sama dengan sekuat tenaga untuk menarik chakra bijuu itu dari dalam tubuh Obito. "Jangan meremehkan.. kekuatan semua orang!!"

Akhirnya mereka semua berhasil menarik chakra bijuu itu dari tubuh Obito. "Kita berhasil melakukannya!!" seru Naruto. "Kita melakukannya!! yeahh!!!" ucap yang lain, dan chakra-chakra itu pun kembali ke wadah mereka masing-masing.

Sementara itu di sisi Obito, perlahan kulit Rikudounya terkelupas, kesadarannya mulai hilang, dan ia terjatuh menghantam tanah. "Apa aku.. kalah?"

Naruto dan Sasuke melepaskan gabungan kekuatan mereka, kembali ke mode biasa, sementara Obito kini terbaring sambil melihat ke arah bulan, bulan yang harusnya menutupi lubang itu.

Di sana, Obito teringat kata-kata Kakashi waktu itu..

"Impian bahwa bulan akan menutupi lubang neraka ini..
Tak peduli berapa kalipun kau mencoba..
Khayalanmu itu tak akan bisa mengisi lubang di dalam hatimu..
Lubang di dalah hatimu adalah sesuatu yang hanya bisa diisi oleh orang lain.."

Obito kini tak bisa berbuat apa-apa lagi selain melihat telapak tangan dirinya sendiri.
"Rin.."

Jumat, 15 November 2013

perbandingan PES 2014 dan PES 2013


sebenarnya dari kedua seri tersebut sama2 bagus.. punya kelebian masing2. tp untuk yg suka trik2 tertentu pilih saja pes13... untuk grafiknya pes14 lebih unggul dan penyempurna,an peseditnya masih bnyak kejutan.. coba saja liat gambar di bawah ini..







wajah benzema hampir sempurna kan.. untuk kedepannya pasti konami akan terus memperbaiki pes14 menjadi lebih oke.. 

heheh blajar bikin artikel masih ngaco dan brabtakan.






Serial number PES 2013

kadang2 kita dowonload game di situs2 terntu gk ada serial numbernya dan kadang kita bingung dimana serialnumbernya.. nah ini dia akan aku bagi serial numbernya pes 2013 sapa tau bisa membantu.
  • SHVY - 3LE9 - TMNH - 7K5L - JN73 
  • E5DW - NHA5 - RR9T - DLMH - A6NP 
  • JX3P - 2V79 - SYH5 - Y46F - TC7L  
  • V7TV - W3JX - 6CC3 - 3DDU - Y3W7
SIP SLAMAT MENCOBA.