Versi Text Komik Naruto Chapter 654
Bukannya menerima salam tangan yang Naruto berikan, Obito malah
mencekik leher Naruto dengan tangannya. "Aku tak akan bergabung
denganmu, aku sama sekali tak menyesal dengan apa yang telah kuperbuat sejauh ini." ucapnya.
Dengan tubuh yang bergetar, menahan emosi, Naruto berkata, "Sudah
kubilang.. aku bisa melihatnya dengan jelas.. kalau memang kau berpikir
begitu.. maka.. berhentilah membayangkan dirimu sebagai seorang
hokage!!" Naruto menghantam Obito dengan tinjunya.
Obito
terseret, dan ketika ia melihat ke arah Naruto, ia kaget, apa yang
dilihatnya adalah gambaran dirinya sendiri ketika ia masih kecil dulu.
"Rin tak akan mengawasi dirimu yang sekarang.. yang diawasinya adalah
Obito Uchiha.."
Obito kembali melihat masa lalunya dulu, saat
itu Kakashi dan guru Minato sedang menunggunya. "Gara-gara kamu
lagi-lagi kita terlambat, Obito.." ucap Kakashi. "Ayo jalan, Obito.."
ucap guru Minato.
"Maaf, kami datang.." ucap Rin yang datang
sambil mengajak Obito. Ternyata sapaan tadi bukan untuk dia, melainkan
untuk Obito yang dulu. Sementara, yang menunggunya adalah orang-orang
dari dunia ilusi.
"Kau bisa mengisi lubang di hatimu sendirian.."
"Kau tak butuh orang lain.."
"Kemarilah.." ajak orang-orang dari dunia ilusi itu.
"Kemarilah.. aku tak akan mengabaikanmu.."
"Tunggu sebentar, Rin.." Obito kecil tiba-tiba saja menghentikan
langkahnya, dan kemudian melihat ke arah Obito yang sekarang, Obito yang
kelihatannya bimbang. "Sekarang Rin bahkan tak akan melihatmu, Obito
Uchiha lah yang ingin ia lihat.."
Obito kecil melangkah
mendekati Obito yang sekarang dan kemudian mengulurkan tangannya, "Ayo
kita akhiri ini.. aku adalah.. Obito Uchiha!!" ucap anak itu, dan
kemudian bayangan Obitopun lenyap, kembali ke ia dan Naruto, Naruto lah
yang menggenggam tangannya. "Ayo cepat kemari, dasar.."
"Jangan meremehkan.."
Tampak semuanya masih terus berusaha, berjuang bersama-sama dengan
sekuat tenaga untuk menarik chakra bijuu itu dari dalam tubuh Obito.
"Jangan meremehkan.. kekuatan semua orang!!"
Akhirnya mereka
semua berhasil menarik chakra bijuu itu dari tubuh Obito. "Kita berhasil
melakukannya!!" seru Naruto. "Kita melakukannya!! yeahh!!!" ucap yang
lain, dan chakra-chakra itu pun kembali ke wadah mereka masing-masing.
Sementara itu di sisi Obito, perlahan kulit Rikudounya terkelupas,
kesadarannya mulai hilang, dan ia terjatuh menghantam tanah. "Apa aku..
kalah?"
Naruto dan Sasuke melepaskan gabungan kekuatan mereka,
kembali ke mode biasa, sementara Obito kini terbaring sambil melihat ke
arah bulan, bulan yang harusnya menutupi lubang itu.
Di sana, Obito teringat kata-kata Kakashi waktu itu..
"Impian bahwa bulan akan menutupi lubang neraka ini..
Tak peduli berapa kalipun kau mencoba..
Khayalanmu itu tak akan bisa mengisi lubang di dalam hatimu..
Lubang di dalah hatimu adalah sesuatu yang hanya bisa diisi oleh orang lain.."
Obito kini tak bisa berbuat apa-apa lagi selain melihat telapak tangan dirinya sendiri.
"Rin.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar